
*David Hartanto Wijaya*
1)Merupakan pelajar Indonesia yang terpilih untuk mewakili negaranya pada Olimpiade Matematika Internasional (OMI) semasa SMU nya di SMUK 1, Jakarta
2)Dia dikenal sebagai pribadi yang riang,menyenangkan,sopan dan tidak mudah stress.Salah satu temannya di OMI mengatakan bahkan pada saat dia tidak berhasil mewakili Indonesia dalam OMI, dia tidak menunjukan adanya rasa kecewa dan depresi
3)Dia seorang pengemar game,menghabiskan waktu berjam jam tiap hari untuk main game komputer.Salah satu teman game onlinenya bersaksi bahwa David yang dikenal dengan nickname Majin/Terra Majin,adalah pribadi yang lucu,menyenangkan dan humoris. Beberapa game yang dimainkannya adalah Destiny Online dan Hammerfall RPG di Facebook
4)Beasiswa David ditarik menjelang akhir semester 7 berdasarkan grade/nilainya yang turun dibawah 3,5 GPA sebagaimana yang disyaratkan.David segera memberitahu ke keluarganya setelah dia mengetahui beasiswanya dicabut, kira kira 3 minggu sebelum insiden.David dan keluarganya dapat menerima kenyataan itu dan mereka juga tidak mengalami masalah untuk pembayaran sebesar $3000 untuk semester akhir (8) David
*Tugas Akhir*
1)Prof Chan Kap Luk (CKL) merupakan pembimbing atau supervisor David di tugas Industrial Attachment
2)Para mahasiswa di NTU diberi kebebasan untuk memilih profesornya dan judul proyek. David mungkin memilih CKL karena merasa puas akan hubungan/kerjasamanya semasa tugas Industrial Attachment
3)Judul Proyek David adalah :Multiview acquisition from Multi-camera configuration for person adaptive 3D display. Tujuannya adalah menghasilkan gambar 3D dari objek dengan memproses gambar yang dihasilkan oleh multiple kamera.Jika proyeknya berhasil maka teknologi ini merupakan terobosan baru teknologi di bidang pertahanan dan militer
4)Proyek ini dilaporkan menerima dana sebesar $500rb dari pihak yang tidak diketahui (masih membutuhkan konfirmasi atas hal ini). Masih belum diketahui apakah dana ini hanya untuk membiayai proyek ini atau Tugas Akhir ini hanya merupakan bagian dari suatu proyek yang lebih besar
5)TA ini merupakan program 2 semester, dimana draft TA sudah harus dilaporkan 4-6 minggu sebelum semester 8 dan dan finalnya sudah harus dilaporkan beberapa minggu sesudah memasuki semester 8
6)Penilaian TA tidak akan ditutup sebelum akhir dari semester delapan
*Satu Minggu Sebelum Kejadian*
1) David pernah chatting sekali dengan saudanya William selama minggu tersebut. Dan William tidak mendeteksi ada sesuatu yang aneh dari adiknya, DAvid.
2)David menuliskan "Jangan Diganggu" pada pesan di Facebooknya.Hal ini diyakini karena David ingin lebih berkonsentrasi penuh pada tugasnya. Pesan tersebut diyakini dengan maksud bahwa dia "tidak menerima tamu maupun telepon untuk sementara ini" (Hal ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut)
*2 Maret 2009*
02.00 AM Teman David melihat statusnya online di Facebook, sedang memainkan game Hammerfall RPG
09.00 AM Kira kira pada saat itu David masih aktif di forum game,membaca dan posting pesan (masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut atas hal ini)
10.00 AM Kira kira pada saat itu David diyakini menemui Prof CKL. David membawa botol air minum dan handuk di tasnya ke ruangan/kantor CKL. Sekitar saat itu juga Zhou Zheng (ZZ) diyakini memulai hari pertamanya bertugas di NTU dengan mencari para prof salah satunya CKL, untuk mendapatkan surat persetujuan. ZZ memerlukan surat itu untuk medapatkan kuci laboratorium dan memulai pekerjaannya.
10.30 AM David dan CKL sama sama keluar dari ruangan CKL.Keduanya terluka dan menuju arah yang berlawanan. CKL mencari pertolongan dari ruangan/kantor terdekat. Pisau tanpa gagang ditemukan bersama CKL.Tidak diketahui siapa yang membawa pisau tersebut ke ruangan CKL dan dimana gagang yang hilang tersebut berada. Sementara David menuju tangga terdekat turun dari level B1 ke level B2,memanjat pagar pelindung dan duduk di atas atap jembatan yang menghubungkan ke Research Techno Plaza. Beberapa saksi mata melihat David lari sambil berlumuran darah
10.35 Beberapa saksi mata melihat David duduk diatas atap dan mencoba bebricara kepadanya mencegah agar dia tidak jatuh/melompat,tapi mereka gagal.David jatuh ke bawah (belum bisa dipastikan apakah David sengaja menjatuhkan diri atau dia mencoba melarikan diri ke lantai di bawahnya.atau dia kehilangan kesadaran diri kemudian jatuh.Polisi segera diberitahu.
10.45 David diumumkan meninggal oleh Polisi. CKL harus segera mendapatkan perawatan dan dia dirujuk ke National Universuty Hospital untuk mendapatkan perawatan
11.00 Banyak orang mengunjungi lokasi kejadian
Sore Hari Keluarga David diberitahukan dan mereka segera terbang ke Singapura. NTU mencoba menenangkan situasi.Polisi melakukan penyelidikan atas kasus itu.Setelah itu mayat David dipindahkan dari lokasi dan semua berkas darah dibersihkan. Laporan polisi keluar pada pukul 4.30 PM
Malam Hari Keluarga David tiba di Singapura,mereka minta ijin melihat mayat David tapi tidak diperbolehkan oleh yang berwenang. Keluarga David gusar tapi keluhan mereka tidak menghasilkan apa apa. Kemudian mereka meninjau lokasi kejadian namun hanya menemukan lokasi yang bersih tanpa jejak,bahkan tidak ada pita garis polisi. Keluarga David kemudian pergi ke ruangan DAvid dan betapa terkejutnya melihat komputer David masih menyala, dan MSN Messengernya masih status online
*3 Maret 2009*
1)Muncul berita, terutama dimulai dari media Singapura,bahwa diyakini David telah menusuk CKL dan kemudian memutuskan bunuh diri. Media mengklaim telah melihat luka bekas sayatan di pergelangan David
2)CKL diumumkan telah melewati masa kritis dan nyawanya sudah tidak dalam bahaya
3)Keluarga David akhirnya diijinkan untuk melihat mayat David,tapi hanya sebatas leher ke atas. Mayat David ditutupi plastik. Mereka minta polisi agar bisa seluruh tubuhnya namun tidak diijinkan.Mereka minta konfirmasi dari kepolisian bahwa ada luka sayatan besar di di lehernya dibawh dagu, dan tidak ada luka sayatan di pergelangan tangan. Mereka juga melihat banyak bekas darah di bokong David
4)Permintaan keluarga David untuk mengunjungi CKL ditolak dengan alasan CKL masih di ruanggawat darurat
5)Kemudian mereka minta izin agar dipertemukan dengan saksi mata ,tapi kembali permintaan mereka ditolak oleh NTU dengan alasan "bersifat rahasia"
6)ZZ bekerja di lab yang sama dengan David. Ketika dia di rumah .dia membiarkan pintu depan terbuka dan berdoa sambil membajar kertas jimat. Hal rutin ini menarik perhatian tetangganya, dan terus berlangsung setiap hari sampai akhirnya ZZ ditemukan meninggal di hari Jumat
*4 Maret 2009*
1)CKL sudah diijinkan meninggalkan rumah sakit NUH. Ketika ditanyai mengenai insiden tersebut dia memilih tetap diam. CKL diyakini menghabiskan waktunya di rumah beristirahat dan memulihkan dirinya dari insiden tragis tersebut
2)Pemberitaan media Singapura menimbulkan banyak tandatanya seluruh dunia, dan membawa banyak orang Indonesia memberikan dukungan atas David dan menuntut agar keadilan ditegakkan
3)Kedutaan Indonesia menyatakan mereka tidak berwenang menintervensi atas penyelidikan dan mempercayakan sepenuhnya kepada Polisi Singapura dalam melakukan penyelidikan
4)David dikremasi berdasarkan tradisi keluarga
5)Keluarga David meninggalkan Singapura setelah memenuhi beberapa kewajiban administrasi termasuk menutup rekening bank dan lainnya.Mereka tidak melihat alasan untuk tinggal di Singapore lebih lama lagi, setelah mereka ditolak keinginannya untuk mengakses segala hal mengenai David, mereka minta tolong secerach harapan untuk kasus David
6)Laptop David ditahan polisi Singaoura untuk kepentingan penyelidikan
*6 Maret 2009*
10.30 PM ZZ ditemukan tergantung di balkon oleh teman satu rumahnya dalam keadaan telah tewas.Polisi diberitahu oleh temannya. Ketika polisi tiba ZZ telah diturunkan oleh teman temannya
10.55 PM Polisi mengumumkan kematian ZZ
Dua kasus pembunuhan yang dicurigai muncul dalam satu minggu di NTU.Banyak yang merasa ada hubungan antara kematian David dengan ZZ
*Zhou Zheng*
1)Dia berusia 24 tahun lahir di Hubei, China
2)Dia dan David bekerja di tempat yang sama dan secara tidak sengaja pada lab yang sama,di bawah profesor yang sama,CKL
3)CKL melalui istrinya mengatakan tidak kenal dengan ZZ
4)ZZ tamat dari NTU tahun 2008 (masih membutuhkan konfirmasi atas hal ini).Kemudian dia menjalani pelatihan pada satu perusahaan.Kemudian dia ditrasfer ke negara lain untuk melanjutkan pelatihannya. 2 bulan kemudia ZZ dan koleganya diperintahkan kembali ke Singapura,la,a sebelum pekerjaan mereka berakhir.
5)Menurut pihak NTU, ZZ baru saja dipindahkan pada hari Senin, 2 Maret 2009, dan tugasnya adalah membantu dan mengajar mahasiswa di lab
6)Salah satu asisten lab mengatakan bahwa temannya merupakan teman baik dari ZZ. Sehubungan dengan kematian ZZ, temannya tidak melihat sesuatu yang aneh dari ZZ. ZZ hanya menyebutkan dia memiliki penyakit jantung
7)Orang orang yang tinggal di dekat apartemen ZZ menyatakan mereka tidak kenal dengan ZZ. Dan satu hari sebelum insiden mereka juga tidak mendengar suara aneh.
8)Lian He Wan Bao dari Singapore mengutip pernyataan dari sepasang orang asing. Mereka mengatakan tidak kenal dengan ZZ tapi ingat akan dia,karenna dia sering membiarkan pintu depannya terbuka dan sering membakar kertas jimat untuk berdoa.ZZ juga sering kelihatan berdoa di depan pintu
9)Seorang pria dengan nickname Asalim melakuakn posting berikut :
http://www.gabrielsai.com/blog/2009/03/a-conspiracy-theory-on-deaths-in-ntu.html
"Zhou Zheng adalah seorang Projek Officer yang baru dan mulai bertugas pada tgl 2 Maret, pada hari insiden David terjadi. Sejauh yang saya ketahui,karena saya juga mantan Projek Officer di lab tersebut (ISRL/S2-B3a-06) , pada hari petama saya bergabung, saya perlu menemui 3 profesor untuk memberikan persetujuan saya akan ditempatkan di lab tersebut dan juga agar mempeoleh kunci lab. Dan tentu saja,kamu perlu berjalan di sekitar area ruangan/kantor profesor profesor untuk mencari para prof tersebut. Dan salah satu prof adalah Kepala Information Engineering yang berlokasi di area S1-B2c ,dekat dengan ruang Prof Chan yang berlokasi di area S1-B2b. Sejauh yang saya ingat pada pertama saya bergabung,jam 10am -jam 11am juga merupakan jam buat saya mencari profesor (Form persetujuan perlu segera ditandatangani karena dibutuhkan untuk memperoleh kunci lab)
Jadi opini saya adalah "kemungkinan" ada orang di sekitar area ruang Prof pada saat insiden David terjadi. Saya memakai kata "kemungkinan" karena ini hanya merupakan spekulasi saya saja. Dan poin saya adalah orang tersebut kemungkinan berhubungan dengan kasus David juga"
When he said he lost his scholarship, I said: No problem
-cut-
He (Hartono Widjaja, David's Father) said the family received the autopsy report on Sunday and asked an Indonesian doctor to explain it to them as it was written in English.
'We're not fluent in English and we needed someone to help explain the many medical terms. 'When asked about the contents of the autopsy report, Mr Widjaja said: 'It said my son had many injuries that were caused by stabbing and slashing. It does not say whether my son had committed suicide or not.'
Mr Widjaja and his wife, Madam Huang Lixian, 49, claimed they did not see any injuries on their son's wrists when they collected his body on 3 Mar.
'His wrists were bandaged so we didn't see the supposed wounds,' he said.
'But we asked the investigating officer and he said there were no injuries on David's wrists.'
However, The New Paper understands that the report did mention incisive wounds on David Widjaja's arms, including those on his wrists. It is understood that the cut on one wrist was deeper than the other.
The student had gone to see Associate Professor Chan Kap Luk, 45, in his office, and later allegedly pulled out a knife and attacked him.
After the injured Prof Chan fled, the student was seen by students climbing over a ledge along a common corridor one floor below Prof Chan's office. Minutes later, he fell to his death.
Said Mr Widjaja: 'It's very difficult for us to accept that our child could have behaved like a thug, taking a knife with him to attack his professor.'
The family also refuse to accept that he could have committed suicide.
Describing his son as an obedient boy, Mr Widjaja felt it was out of his character to attack anyone.
He said: 'He never gave us problems. He was a very polite and helpful boy. If his classmates had problems in their schoolwork, he would help them.'
Mr Widjaja also dismissed talk that his son was struggling with his final-year project, which Prof Chan was supervising.
He said: 'Every time we asked about his studies, he would say he was coping fine. He never mentioned problems.'
Mr Widjaja, who works in the electronics line, said his younger son was bright but addicted to computer games.
He and his homemaker wife had pinned their hopes on him, hoping he would graduate and get a good job.
They have another son, William, 24, a technician.
Mr Widjaja said: 'David did exceptionally well in maths but he also loved playing computer games since his Secondary 2 days.
'He wanted to study in NTU as he heard it was a world-class university in engineering.'
Sejauh ini, info tentang autopsy report cuma berita ini saja, keluarga David sedang berada di Singapura entah untuk apa, kita masih menunggu hasil yang akan muncul, semoga keluarga David bisa segera ketemu dokter yang bisa membantu mereka membaca autopsy report.
RSCM: Otopsi David oleh Singapura Tidak Sah
JAKARTA, KOMPAS.com — Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Mu'nim Idris, mengatakan, hasil otopsi David Hartanto Widjaja (21), mahasiswa Nanyang Technological University asal Indonesia yang tewas pada 2 Maret di kampus tersebut, tidak sah.
Sebab, pada hasil otopsi yang dilakukan oleh Singapura, tidak terdapat stempel dari Kedutaan Besar RI di Singapura. Sebelumnya, keluarga David menerima hasil otopsi tersebut dari NTU, bukan KBRI.
"Dengan demikian, Pemerintah Singapura telah menyalahi aturan yang berlaku," ujar Dr Mu'nim Idris, seperti yang dituturkan kembali oleh William Hartanto Widjaja, kakak David, kepada Kompas.com, Selasa (7/4) di Jakarta.
Seperti diberitakan, kemarin siang keluarga David menyerahkan hasil otopsi tersebut kepada Dr Mu'nim Idris untuk diteliti kembali. William menambahkan, terungkapnya penyalahaturan tersebut semakin menguatkan pihak keluarga adanya indikasi konspirasi di balik kasus yang menimpa mantan siswa SMAK I BPK Penabur tersebut. (HIN)
Keluarga Serahkan Hasil Otopsi David ke UI
JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil otopsi David Hartanto Widjaja (21), mahasiswa asal Indonesia yang tewas di kampus Nanyang Technological University, Singapura, pada tanggal 2 Maret silam, akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, untuk dibahas.
Sebelumnya, hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak Singapura tersebut diserahkan NTU kepada keluarga melalui surat elektronik, kemarin. "Kami akan serahkan ke RSCM hari Senin depan pukul 15.00 untuk diperiksa," ujar William Hartanto Widjaja, kakak David, kepada Kompas.com, Sabtu (4/4) di Jakarta.
Ahli forensik di RSCM, Dr Djaja, kepada Kompas.com, membenarkan hal tersebut. Namun, menurutnya, belum pasti apakah pihak keluarga akan meminta pemeriksaan hasil otopsi tersebut dilakukan secara institusi, yang melibatkan beberapa ahli forensik, atau secara perorangan.
Terkait pemeriksaan hasil otopsi yang memakan waktu sebulan, Dr Djaja mengatakan, waktu tersebut tergolong wajar jika tim forensik Singapura melakukan otopsi menyeluruh, mulai dari pemeriksaan toksikologi atau racun, hingga histopatologi, atau pemeriksaan organ-organ secara mikroskopik.
"Pemeriksaan menyeluruh seperti ini biasanya memakan waktu minimal dua minggu," ujarnya.
Sejauh ini hanya info ini yang berhasil saya dapat, kita tunggu saja kapan RSCM akan mengeluarkan hasil resminya. Kasus ini sejujurnya makin ribet (menurut saya). Semoga kebenaran dapat terungkap.
KOMPAS.com - BENARKAH David Hartanto Widjaja bunuh diri setelah menusuk pembimbing skripsinya, Prof Chan Kap Luk? Atau justru sebaliknya, malah dia yang dihabisi?
Indikasi mengarah ke kemungkinan kedua, yakni David dibunuh. Berbagai kalangan berharap pengumuman hasil autopsi oleh polisi Singapura hari ini, Kamis (2/4), benar-benar objektif atau sesuai dengan fakta sebenarnya.
Ketua Tim Verifikasi kasus kematian David, Iwan Piliang menduga David dibunuh. Dia mengungkapkan hal itu melalui tulisannya dalam blog Kompasiana, setelah berbincang dengan Hartono Widjaja, ayah David, ketika diskusi diadakan oleh Christivita Wiloto, Selasa (17/3), pukul 13.30 WIB.
Sebelum ajal menjemputnya, David sempat berteriak ketakutan karena dikejar oleh beberapa orang dari ruangan Prof Chan Kap Luk (45) di jurusan Electrical Engineering, tempat David berkonsultasi mengenai tugas akhirnya. “They want to kill me, they want to kill me... they....” teriaknya.
Ayah David menuturkan, seorang perempuan pekerja di NTU menyaksikan peristiwa itu. Tapi dia tak mengira itu sebuah teriakan minta tolong dan mengira hanya bercanda. Perempuan itu menceritakan hal itu kepada ayah David di kampus NTU, Senin 2 Maret 2009 sore. Namun Hartono enggan mengungkapkan namanya. “Jika saya sebutkan nama wanita itu kepada Anda, akan dibunuh pula wanita itu kini,” ujar Hartono kepada Iwan Piliang.
Agak mengherankan karena kepolisian Singapura tak membolehkan pihak keluarga yang ditemani pihak Kedutaan Indonesia di Singapura, melihat jasad David. Alasannya masih diautopsi.”Keesokan harinya saya kembali. Anak saya badannya dililit plastik, dibalut macam mumi plastik bening. Tetapi saya melihat lehernya diplester. Ada tiga baris plester,”tutur Hartono.
Tanggal 3 Maret, kedua orangtua David di Singapura, diminta membuat keputusan cepat, mengkremasi jasad atau membawa pulang ke Indonesia. “Entah mengapa kala itu, dalam keadaan kalut kami memutuskan mengizinkan kremasi,” kenang Hartono.
Sebagaimana dugaan banyak kalangan, Iwan juga menduga ada pihak yang ingin merebut hasil penelitian David. Ada konspirasi berlatar kepentingan ekonomi di balik kasus ini. Tugas akhir David berjudul “Multiview acquisition from Multi-camera configuration for person adaptive 3D display.” Riset David berhasil menemukan komponen yang bisa menayangkan obyek 3 dimensi yang bisa tayang di udara. Semacam hologram tiga dimensi yang bisa hidup di udara.
Kemampuan membuat gambar visual 3D itu bisa dimanfaatkan untuk teknologi intelijen, di mana sosok orang digital bisa diprogram masuk ke ruang tertentu, dipantau melalui kamera CCTV, gerakannya dipandu pemindai gerak (motion capture); dapat mengirim data, suara, layaknya manusia benaran yang sedang kita perintah bekerja.
Hasil penelitian ini juga bisa berguna bagi televisi 3 dimensi masa depan, yang dapat ditonton kasatmata, tanpa kacamata khusus. Jika benar itu yang ditemukan, implementasinya bisa macam-macam. Kita bisa saja ganti resepsionis di kantor dengan orang 3D.
Penelitian si penggemar game virtual itu itu mirip riset yang pernah dilakukan Lucas Art & Co. tentang teknologi 3D visual untuk kepentingan iklan, yang mampu tampil di udara. Itu artinya, software animasi 3D, sederhananya, yang semula hanya bisa membuat model dan tayang di komputer atau cuma direkam ke format film dan video, bakal bisa ditayang di udara.
Menurut Hartono, penelitian David sudah 90 persen final saat diserahkan kepada Prof Chan. Dia memang sempat ‘menghilang’ selama dua minggu, khusus untuk menyelesaikan riset itu. Kemudian soft copy dalam flash-disc-nya diserahkan kepada Prof Chan, sebelum dia menemui ajal dengan cara mengenaskan pada hari itu. Kini seluruh bahan hasil penelitian itu berada di tangan polisi dan Prof Chan. Laptop David juga disita polisi Singapura.
Penuturan petugas kebersihan di kampus NTU bahwa David berteriak, “They want to kill me...”akan diverifikasi oleh sekelompok penggiat citizen journalism asal Indonesia yang dipimpin Iwan Piliang. “Kalau kita dapat siapa ‘they’ (orang-orang yang mengejar David) itu, maka ceritanya bisa panjang,” kata Iwan
Akhirnya Prof Chan mengeluarkan hasil penelitian yang direbut dari David. Angel yang sudah pernah membaca skripsi David dan pernah melihat demo penelitian yang ditunjukkan David melapor ke polisi. Dia menyerahkan semua bukti yang dikumpulkannya. Polisi pun melakukan investigasi ulang.
Ketika Prof Chan mulai menikmati hasil dari kelicikannya, tiba-tiba polisi menangkapnya. Dia tak bisa mengelak dari berbagai tuduhan.
Angel lega karena perkenalannya dengan David adalah sebuah pesan takdir nyata untuk membela masa depan David yang telah hilang. Kini semuanya bisa tenang. Angel pun bisa tenang melepas kepergian sahabatnya.
Merasa pernah membaca tulisan ini? Ini adalah kutipan akhir cerpen yang dibuat oleh Agnes Davonar, seorang pengarang novel, sebagai bentuk dukungan atas dilakukannya investigasi pada kasus David.
Sayangnya -entah sengaja ataupun tidak- ada orang yang menyebarkannya lewat email dan milis, namun tidak menyertakan baris terakhir yang ditulis Agnes di blognya, bahwa kisah ini murni fiktif belaka. Karena itu saya hanya ingin membantu meluruskan kesalahpahaman ini.
Kasus ini benar-benar masih gelap! Tanggal 2 ini polisi Singapura akan mengeluarkan Autopsy Report David, kita tunggu saja
Berikut ini klarifikasi dari Agnes Davonar mengenai cerita Angel:
Sebelumnya saya sampaikan terlebih dahulu kepada sahabat-sahabat sekalian yang sudah membaca kisah pesan terakhir, awalnya tujuan saya membuat cerita ini hanya mencoba untuk menggambarkan keadaan dengan tujuan mendukung Polisi menuntas tuntas kematian david.
Saya tidak ada maksud apapun untuk memanfaatkan situasi keadaan david untuk keuntungan tenar semata, saya bahkan tidak pernah berpikir membuat kisah ini menjadi keuntungan pribadi saya. Yang pasti saya mendukung penuntasakan kasus david hingga tuntas. tulisan cerpen saya semata-mata untuk membuka kisah fiksi yang saya harap bisa sedikit memberikan gambaran apa yang saya pikir sebagai naluri saya sebagai penulis.
Saya berduka cita atas kematian david, tapi sekali saya tegaskan cerpen ini adalah bentuk dukungan saya kepada David. itu saya buktikan dengan kisah ending dimana david terbukti tidak bersalah, bukan mengambil keuntungan populitas semata, saya sudah berkarier di dunia sastra 2 tahun lamanya, tidak mungkin saya mencari ketenaran dengan cara seperti yang dipikir teman-teman. Kalau masuknya kisah saya ke Kompas.com itu tanpa sepengetahuan saya, memang ada wartawan yang meminta kisah itu dipinjam sebagai bentuk dukungan kepada David lewat koran tribun batam..
Jadi sekali lagi saya tegaskan
Saya tidak mencari populitas dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang merasa dikecewakan oleh tulisan saya..
Seratus persen saya mendukung kasus David dituntaskan.
Sekali ini kisah itu adalah fiksi.. fiksi semata.
Kalau memang tulisan ini harus dihapus dengan berbesar hati saya akan menghapusnya
Salam semua